Pusat Halal UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG Perkuat Peran Halalsphere University dalam Edukasi Nasional, Dr. Neneng Windayani, M.Pd. menjadi Narasumber Utama di Universitas Terbuka, Diikuti 201 Peserta
Bandung, 01 Desember 2025 — Pusat Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung kembali menunjukkan kiprahnya sebagai bagian dari ekosistem Halalsphere University, sebuah inisiatif strategis UIN Bandung dalam penguatan pendidikan, riset, dan layanan halal secara komprehensif di tingkat nasional. Komitmen tersebut tampak melalui peran aktif SDM halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung di berbagai forum strategis, termasuk pada kegiatan Gelar Hasil Kewirausahaan Produk Pangan 2025/2026 Ganjil (Seri 7) yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka.
Dalam kegiatan yang berlangsung secara daring ini, Dr. Neneng Windayani, M.Pd., Auditor Halal sekaligus dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, hadir sebagai narasumber utama dengan topik “Strategi Implementasi Sistem Jaminan Halal pada Produk Makanan dan Minuman.” Acara tersebut diikuti oleh 201 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan pelaku kewirausahaan pangan dari seluruh Indonesia.
Halalsphere University: Peran Aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Kancah Nasional
Sebagai kampus yang mengembangkan konsep Halalsphere University, UIN Bandung menempatkan isu halal sebagai pusat keunggulan akademik—meliputi:
- LP3H (Pendampingan Halal);
- LPH (Lembaga Pemeriksa Halal);
- Teaching Factory Halal;
- Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi;
- Pusat Kajian Halal;
- serta Indonesian Journal of Halal Research (IJHAR) yang telah terindeks Scopus.
Kehadiran narasumber dari UIN SGD Bandung pada forum nasional ini menjadi bukti nyata kontribusi Halalsphere University dalam memperluas literasi halal, membangun jejaring lintas kampus, serta mendukung transformasi ekosistem halal melalui edukasi publik.
Tantangan dan Strategi Implementasi SJPH
Dalam pemaparannya, Dr. Neneng Windayani menyoroti pentingnya Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sebagai fondasi integritas dan daya saing industri pangan. Beberapa poin utama yang disampaikan meliputi:
- Peta industri halal global dan urgensi transparansi rantai pasok.
- Identifikasi titik kritis halal pada bahan, proses, fasilitas, dan dokumentasi.
- Strategi penyusunan Halal Material Register (HMR) dan SOP halal bagi UMKM–industri.
- Peran krusial SDM halal sebagai garda terdepan kepatuhan.
- Pembelajaran dari lebih dari 300.000 UMK yang telah dibina LP3H UIN Bandung melalui skema sertifikasi halal nasional.
Penyampaian yang aplikatif dan berbasis lapangan menjadikan sesi sangat interaktif, dengan berbagai pertanyaan terkait validasi bahan, pengendalian kontaminasi silang, hingga konsistensi implementasi SJPH.
Apresiasi dari Universitas Terbuka
Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Terbuka mengapresiasi kontribusi Dr. Neneng Windayani dengan memberikan sertifikat resmi bernomor B/1367/UN31.FST/DL.11/2025. Kegiatan ini dinilai memberikan wawasan strategis bagi mahasiswa dan dosen Teknologi Pangan UT dalam memahami implementasi halal secara komprehensif.
UIN Sunan Gunung Djati Bandung Menguatkan Ekosistem Halal Nasional
Sebagai bagian dari Halalsphere University, Pusat Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus berkomitmen mengembangkan riset, edukasi, sertifikasi, pendampingan, dan layanan halal yang berdampak nyata. Kolaborasi lintas institusi seperti bersama Universitas Terbuka menjadi langkah penting untuk memperkuat kapabilitas SDM halal nasional dan mendukung visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

