UMK Binaan Pusat Kajian Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung Mengikuti Diklat Penyelia Halal BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia

Penyelia halal atau yang sebelumnya dalam HAS 23000 disebut dengan Auditor Halal Internal (AHI)/Koordinator Auditor Halal Internal (KAHI) berperan penting dalam Proses Produksi Halal (PPH). Berdasarkan pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 menjelaskan bahwa pada saat pelaku usaha akan mengajukan sertifikasi halal maka salah satu syarat wajib yang harus terpenuhi adalah terdapat minimal satu orang Penyelia Halal. Penyelia Halal dapat berasal dari kalangan Pemilik Usaha, Personil Perusahaan atau Karyawan, dan atau fasilitator dari tempat lain. Dalam Pasal 24 UU No.33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH) proses sertifikasi profesi dengan uji kompetensi bagi para calon penyelia halal merupakan bagian dari implementasi amanat yang disebutkan di dalam undang-undang JPH. Dalam hal ini, pihak perusahaan yang akan mendapatkan sertifikat halal berkewajiban untuk mengangkat Penyelia Halal yang memiliki kompetensi.

Pada tanggal 23-25 Maret 2021, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama Republik Indonesia menyelenggarakan Diklat Penyelia Halal Angkatan I dan II bertempat di Hotel Karang Setra Bandung yang diikuti oleh 100 orang peserta berasal dari UMK/ UMKM di daerah Jawa Barat. Pada kesempatan ini, Pusat Kajian Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkesempatan mengirimkan 25 orang perwakilan UMK Binaan untuk mengikuti diklat tersebut. Sebelum melaksanakan diklat, seluruh perwakilan UMK Binaan Pusat Kajian Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung mendapatkan pembekalan berupa materi pengantar mengenai sertifikasi halal.

Selama tiga hari, seluruh peserta Diklat Penyelia Halal Angkatan I dan II diberikan pemahaman dari narasumber yang berasal dari BPJPH dan PT. Sucofindo berupa penyampaian materi dasar Penyelia Halal, Proses Produk Halal (PPH), Sertifikasi Halal, dan implementasinya pada saat disahkan sebagai penyelia halal. Selain pemaparan materi, peserta diklat diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung untuk mengimplementasikan ilmu yang diberikan dalam bentuk pemberian tugas mandiri, forum group discussion, dan tugas kelompok. Setiap harinya peserta diberikan lembar soal ujian sebelum penutupan acara sebagai bentuk evaluasi dalam mengikuti kegiatan. Pada akhir acara diklat nilai-nilai yang didapatkan peserta dalam pengerjaan lembar ujian akan diakumulatifkan sebagai output layak tidaknya menjadi seorang penyelia halal.

Dr. Tri Cahyanto, M.Si selaku Pjs. Kepala Pusat Kajian Halal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan bahwa diikutsertakannya UMK binaan Pusat Kajian Halal dalam acara Diklat Penyelia Halal Angkatan I dan II ini diharapkan dapat menjadi pionir Penyelia Halal yang siap untuk mengimplementasikan ilmunya dan membentu mempercepat proses sertifikasi halal dalam usaha masing-masing. Setelah acara diklat ini, peserta bisa melakukan Diklat lanjutan untuk melakukan Uji kompetensi yang diadakan oleh LSP MUI atau LSP Halal Institut yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP untuk melakukan sertifikasi profesi penyelia halal. Pelatihan dan uji kompetensi ini akan menjadi nilai plus dan memberi keunggulan kompetitif bagi penyelia halal untuk masuk ke dunia industri makanan, obat-obatan, kosmetik, dan barang gunaan lain, maupun untuk karyawan yang ingin meningkatkan kompetensi yang dimiliki (Yunku).

Leave a Reply